Rabu, 14 Januari 2009

save palestine!!


Save Palestine Now!!!!!!!!!

Kekejaman Israel di Palestina sudah sangat keterlaluan, persaan geram dan amarah membuncah melihat ketidak berdayaan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) terhadap pembantaian yang terjadi di sana. PBB hanya menjadi alat Israel dan Amerika untuk melegimitasi perbuatan jahatnya.

Sudah saatnya negara-negara di dunia berfikir ulang dengan keberadaan lembaga PBB tersebut. Dahulu PBB lahir karena untuk mengkoreksi lembaga sejenis yang sudah ada dan di anggap melenceng. Dan sekarang sudah saatnya kita semua warga di dunia harus berfikir untuk mengoreksi total keberadaan PBB tersebut.

Minggu (11/01/08) ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turun ke jalan untuk menyerukan bantuan dan juga penegakan keadilan di dunia. Aksi ini juga di dukung oleh berbagai elemen diantaranya Suara Tionghoa Indonesia, Dewan Pemuda Kristen Indonesia, Rohaniawan Budhis Indonesia, Forum Silaturahmi Majelis Taklim Indonesia, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Komite Nasional Masyarakat Palestine (KNRP) dan juga Gerakan Wanita Salimah.

Dalam orasinya ketua MPR RI yang juga mantan Presiden PKS DR.Hidayat Nurwahid menyerukan agar Presiden Mesir Husni Mubarak agar bersikap rasionalis agar mendukung perjuangan rakyat Palestiana dengan cara pembukaan perbatasan agar bantuan kemanusiaan bisa memasuki Gaza City. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Mesir hingga saat ini masih mendukung Zionis Israel. Dan ini sangat kita sayangkan sekali.

Demo yang di isi nasyid penyebar semangat yang disuarakan Izzatul Islam dan juga Shoutul Harokah juga mengadakan long march dari lapangan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ribuan orang menyemut dengan satu tujuan yaitu SAVE PALESTINE NOW!!!.

Kamis, 01 Januari 2009

Perang Akhir Tahun di Jalur Gaza


Jalur Gaza dan Anakku

Akhir tahun 2008 terjadi malapetaka kemanusiaan, Zionis Israel kembali membuat ulah. Tepat di waktu anak-anak bubar sekolah Israel menyerang bangsa Palestina. Jalur Gaza kembali membara, raungan tangis anak-anak yang tak berdosa tertindih raungan bunyi pesawat tempur Israel.

Di hari ketiga tepatnya 31 Desember 2008 televisi melansir berita yang meninggal sudah 400 orang tidak berdosa. Mayat-mayat bergelimpangan di sepanjang jalan, darah berceceran hingga melumuri kota. Darah mendidih warga Gaza membuncah amarah dan kebencian, panas menyelimuti jalur Gaza.

Sementara di rumahku, anak keduaku tiba-tiba panas demam tinggi hingga Kami sekeluarga panik. Ya.. Gaza Lazuardi Chandra anak keduaku demam, panasnya pertempuran di jalur Gaza terasa secara batin dengan anakku. Gaza Lazuardi Chandra yang oleh aku dan keluargaku diterjemahkan Senja di Jalur Gaza mengalami muntah-muntah.

Malam tahun baru aku lewatkan dengan was-was karena istri tercintaku juga sudah seminggu ini sakit, dan sekarang anak keduaku juga sakit. Sudah dua dokter telah aku kunjungi, untuk istri maupun untuk Gaza. Hingga saat ini keadaan belum membaik, istriku masih aku bujuk untuk rawat inap tapi belum mau dengan alasan nanti makin repot, siapa yang gantian menjaga dede (Gaza) jika neneknya sudah cape.

Bulan sabit masih menggantung, dan pukul 24.00 wib pun dikagetkan dengan bunyi petasan dan kembang api yang saling berhamburan. Entah berapa milyar rupiah yang di bakar untuk itu semua, aku termangu bersama Gibran anak pertamaku disamping rumah.

Sesekali Gibran takjub oleh kreasi kembang api yang warna-warni bertebaran di atas langit. Kadang mulutnya yang rewel menanyakan beberapa hal tentang petasan, dan kadang juga aku tak tahu harus menjawab apa. Momen pergantian tahun lewat sudah, Gibran sudah kembali ke kamar dan beranjak tidur. Sementara aku masih merenung di tepi tahun merunuti dosa yang kian menggunung. Selamat Tahun Baru 2009 untuk Dunia, Selamatkan juga Palestina!!!